Selasa, 20 Maret 2012

Awal dari Awal


Cerita ini berawal dari suatu cerita.
Rumit sekaligus sederhana, tentang : aku, kamu, teman teman dan cinta.
                “Sst.. sst..” desis sesorang yang ku dengar.
Padahal saat itu, pelajaran terakhir pada hari Sabtu sedang berlangsung. Entah pelajaran apa saat itu, karena aku tak konsentrasi. Terganggu oleh suara desisan yang tak tahu darimana arahnya dan untuk siapa maksud desisan itu.
                “Sst.. sst..” lagi lagi desisan itu terdengar.
”Menolehlah sebentar kesini! Aku mohon.”
Tadinya aku tak peduli tapi dia tetap berdesis. “Sst..sst..”
Aku pun menoleh ke arah suara desisan itu.
“Hey!” Sapanya pelan sambil tersenyum, karena takut ketahuan oleh guru.
“Aku?” sambil menunjuk hidung.
“Iya, kamu Ervi.”
“Hey juga!” balasku pelan sambil tersenyum pula. Oh ternyata dia itu Fadli teman dekatnya Gingin. Selama ini aku memang tidak begitu dekat dengan Fadli. Tidak seperti anak cowok yang lainnya. Aku dan mereka berteman biasa. Makanya, saat Fadli bertanya aku merasa bingung dan aneh. Apakah aku bermimpi? Tanya hati kecilku.
Fadli membuyarkan lamunanku
“Boleh minta alamat facebook nggak?” dia mulai bertanya.
“Mmm... Aku tak punya facebook.” Jawabku polos, tapi agak malu juga. Jelas dong aku malu masa jaman sekarang belum punya facebook?Jujur saja, aku memang belum tahu facebook.  Tapi tak apalah, lebih baik jujur daripada tertangkap berbohong nantinya. Hehehe
“Oh begitu. Boleh minta nomor hape?” tanyanya lagi.
“Untuk apa?” aku malah balik bertanya. Itulah aku jika ada orang yang bertanya berapa nomor hapeku aku suka malah balik bertanya. Apalagi kalau yang nanya itu anak cowok.
“Hhm, untuk nambah kontak di memori hape aja.” jawabnya sambil tertawa kecil.
Itulah Fadli. Dia orangnya memang lucu dan humoris. Terkadang aku juga suka memperhatikan Fadli kalau dia lagi bercanda dengan teman cowok atau teman cewek. Tapi, dia tidak pernah bercanda denganku. Yang aku tahu mungkin dia malu.
                “Boleh.” Jawabku
                “Tulis saja nomor hapemu di buku ku, ini bukunya.” Dia menyodorkan sebuah buku miliknya.
Aku tak langsung menulis nomor hapeku di bukunya. Yang aku lakukan adalah mengamati semua halaman bukunya. Aku masih ingat bukunya. Bersampul kertas payung rapi. Dibawah buku tersebut ada gambar seorang tokoh penyanyi “King of Pop”. Lalu ku tulis nomor hapeku.
                “Ini sudah.” Kataku
                “Oh, terima kasih. Nanti akan ku hubungi atau tidak akan ku kirim pesan alias sms.” Katanya
                “Iya.” Kataku sambil tersenyum.
Bel berbunyi. Menandakan kegiatan pelajaran hari ini sudah selesai.
                “Baiklah anak anak pelajaran hari ini kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya. Selamat siang. Sampai jumpa.” Kata Pak Guru
Hah! Pelajaran hari ini sudah selesai. Aku nakal, tidak memperhatikan pak guru tadi. Karena aku asik ngobrol mencuri waktu dengan Fadli. Hahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar