Cerita
ini berawal dari suatu cerita.
Rumit sekaligus sederhana, tentang : aku,
kamu, teman teman dan cinta.
“Sst..
sst..” desis sesorang yang ku dengar.
Padahal saat itu, pelajaran terakhir pada hari
Sabtu sedang berlangsung. Entah pelajaran apa saat itu, karena aku tak
konsentrasi. Terganggu oleh suara desisan yang tak tahu darimana arahnya dan
untuk siapa maksud desisan itu.
“Sst..
sst..” lagi lagi desisan itu terdengar.
”Menolehlah sebentar
kesini! Aku mohon.”
Tadinya aku tak
peduli tapi dia tetap berdesis. “Sst..sst..”
Aku pun menoleh ke
arah suara desisan itu.
“Hey!” Sapanya pelan
sambil tersenyum, karena takut ketahuan oleh guru.
“Aku?” sambil
menunjuk hidung.
“Iya, kamu Ervi.”
“Hey juga!” balasku
pelan sambil tersenyum pula. Oh ternyata dia itu Fadli teman dekatnya Gingin.
Selama ini aku memang tidak begitu dekat dengan Fadli. Tidak seperti anak cowok
yang lainnya. Aku dan mereka berteman biasa. Makanya, saat Fadli bertanya aku
merasa bingung dan aneh. Apakah aku bermimpi? Tanya hati kecilku.
Fadli membuyarkan
lamunanku
“Boleh minta alamat
facebook nggak?” dia mulai bertanya.
“Mmm... Aku tak punya
facebook.” Jawabku polos, tapi agak malu juga. Jelas dong aku malu masa jaman
sekarang belum punya facebook?Jujur saja, aku memang belum tahu facebook. Tapi tak apalah, lebih baik jujur daripada
tertangkap berbohong nantinya. Hehehe
“Oh begitu. Boleh
minta nomor hape?” tanyanya lagi.
“Untuk apa?” aku
malah balik bertanya. Itulah aku jika ada orang yang bertanya berapa nomor
hapeku aku suka malah balik bertanya. Apalagi kalau yang nanya itu anak cowok.
“Hhm, untuk nambah
kontak di memori hape aja.” jawabnya sambil tertawa kecil.
Itulah Fadli. Dia
orangnya memang lucu dan humoris. Terkadang aku juga suka memperhatikan Fadli
kalau dia lagi bercanda dengan teman cowok atau teman cewek. Tapi, dia tidak
pernah bercanda denganku. Yang aku tahu mungkin dia malu.
“Boleh.”
Jawabku
“Tulis
saja nomor hapemu di buku ku, ini bukunya.” Dia menyodorkan sebuah buku
miliknya.
Aku tak langsung
menulis nomor hapeku di bukunya. Yang aku lakukan adalah mengamati semua
halaman bukunya. Aku masih ingat bukunya. Bersampul kertas payung rapi. Dibawah
buku tersebut ada gambar seorang tokoh penyanyi “King of Pop”. Lalu ku tulis
nomor hapeku.
“Ini
sudah.” Kataku
“Oh,
terima kasih. Nanti akan ku hubungi atau tidak akan ku kirim pesan alias sms.”
Katanya
“Iya.”
Kataku sambil tersenyum.
Bel berbunyi. Menandakan kegiatan pelajaran
hari ini sudah selesai.
“Baiklah
anak anak pelajaran hari ini kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya. Selamat
siang. Sampai jumpa.” Kata Pak Guru
Hah! Pelajaran hari
ini sudah selesai. Aku nakal, tidak memperhatikan pak guru tadi. Karena aku
asik ngobrol mencuri waktu dengan Fadli. Hahaha











